• 28

    Jun

    Cerpen : Sekali ini saja Part 2

    Aku terbangun disebuah ruangan bercat putih bersih. Kepalaku masih terasa sakit. Aku melihat disampingku sesorang yang memakai pakaian satpam, aku ingat beliau bekerja dikantor yang sama denganku. Aku mencoba meraba-raba kejadian sebelumnya. Aku ingat aku pingsan didepan kantor dihari pertamaku kerja. Kepalaku pusing saat memasuki halaman kantor, langsung saja aku tak sadarkan diri didepan pos satpam. Mungkin hal itulah yang menyebabkan pak satpam sekarang ada disebelahku dan aku yakin aku tengah berada di klinik dekat kantor. Segera saja aku bangkit, kupanggil perawat. Langsung saja kutanyakan penyakit yang kuderita. Syukurlah, ternyata hanya kelelahan dan mengalami anemia sehingga aku jatuh pingsan. Tak mau berlama-lama, aku memaksa untuk pulang. Aku tak ingin sampai kedua orang tuaku t
  • 8

    Jun

    Senandung Cinta Bidadari Kecil

    Pernah dengar kisah malin kundang? Aku rasa semua mengenalnya. Jika malin kundang tidak mengakui ibunya berbeda dengan kisahku. Ibu kandungku tak pernah menganggapku ada. Harta sepertinya menyilaukan matanya. Hanya selang 2 bulan sepeninggalan Ayahku, ibu telah membawa pulang Kapten Bhirawa yang terkenal kaya raya sebagai penggantinya. Aku dititipkan ke nenek yang sudah tua renta setiap kali si Kapten di rumah. Ibu mengaku tidak memiliki anak dari perkawinannya dengan almarhum Ayah. Umurku yang masih 7 tahun pada saat itu tak mampu berbuat banyak. Aku hanya menerimanya walaupun setiap malam nenek disibukkan untuk menghentikan tangisan kepedihanku. Sempai aku memiliki keluarga sendiripun Ibuku tak bergeming. Di idul fitri kemarin aku beserta istri dan anak perempuanku bersilaturahmi ke ruma
  • 6

    Jun

    Mata dan Kaki

    Aku lahir dari keluarga yang sederhana. Bapakku bekerja sebagai seorang supir angkot yang sekarang ini namanya sudah semakin tercemar akibat berita-berita yang sering muncul di televisi. Bapak pernah mengatakan bahwa sekarang pendapatanya semakin berkurang, beliau mengira hal tersebut ada hubungannya dengan pemberitaan-pemberitaan yang semakin memojokkan supir angkot. Bapak tak bisa berbuat banyak. Beliau terpaksa menjadi supir angkot karena hanya itulah satu-satunya keahlian yang dimiliki Bapakku. Ibuku diberi amanat oleh warga sekitar untuk menjaga sekaligus membersihkan makam di Desa tempat tinggal kami. Entah apa yang orang-orang pikirkan sehingga memilih seorang perempuan menjadi penjaga makam. Ibu sangat senang ketika seminggu lalu Pak RT datang ke gubuk kami yang reot dan menyuru
  • 27

    Feb

    (SINOPSIS) Mata dan kaki

    Cerpen ini mengisahkan tentang kehidupan dua kakak beradik yang hidup serba pas-pasan. Bapaknya bekerja sebagai supir angkot dan ibunya sebagai penjaga makam. sang adik, dion terlahir sebagai anak cacat namun memiliki keahlian lebih dalam hal menulis. Dion sering mendapatkan cemoohan dari orang-orang sekitar dan mengakibatkannya tidak percaya diri. Kakaknya, Putra adalah seorang pemuda yang bekerja sebagai kuli di pasar. ia adalah orang yang selalu memberi semangat kepada Dion. Namun kecelakaan membuatnya kehilangan penglihatannya. Dion yang gagal dalam lomba blog yang diadakan Warung Blogger dan Pak Hadi, orang yang selalu membantunya itu merasa sudah putus asa. ditambah lagi sang kakak yang selalu mendukungnya mendapat musibah. Bagaimakah kelanjutan bakat terpendam diaon?Apakah dion ak
  • 6

    Feb

    [BeraniCerita #1] Angan-angan

    Ku kenal dia di Masjid itu. Pertama kali ku tatap matanya, aku yakin dialah orang yang ku nanti. Aku yakin dialah bagian dari tulang rusukku. Sharoh, nama gadis manis itu. Pakaian serba rapi dan kerudung selalu ia kenakan. Ayah Sharoh adalah orang terpandang di Kampung. Dia adalah Haji Ridwan, pemilik masjid An-Nur yang berada di sebelah pasar. Seluruh orang penjuru kampung pasti sangat mengenal keluarga Haji Ridwan. Beliau terkenal karena kedermawanannya. Aku yatim piatu yang hidup di jalanan. Makan hanya mengandalkan belas kasih jamaah masjid An-Nur. Suatu hari, panas begitu terik sangat menyengat, sejak pagi tak ada satupun orang yang memberikan belas kasihnya padaku. Rasa lapar dan haus membuatku gelap mata. ku lihat sepasang sandal bermerek di pelataran masjid. Dengan perasaan yang w
  • 20

    Jan

    Misteri di Panggung Berdarah

    Tepuk tangan penonton Wayang Orang BlogCamp Budhoyo gemuruh. Kiprah Cakil yang lincah dan tehnik menghindari serangan yang dilakukan oleh Arjuno juga ciamik. Klimaks perang tanding antara satria bagus dengan raksasa bergigi mancung tampaknya akan segera tiba. Cakil yang diperankan oleh Mudhoiso tampak menarik keris dari rangkanya. Sementara Rikmo Sadhepo yang ayu gandhes pemeran Arjuno melirik sambil senyum kemayu. Tusukan keris yang mengarah dada dapat dielakkan oleh Arjuno sambil menyabetkan selendang kearah kepala Cakil. Raksasa bertingkah pencilakan itu muntap. Dengan gerakan bringas diarahkannya keris luk 9 itu ke arah perut Arjuno. Kini satria panengah Pendowo tak buang-buang waktu. Ditangkapnya pergelangan tangan Cakil lalu diputarnya dengan ujung keris mengarah ke tubuh sang ra
-

Author

Follow Me