Ketika Hati Tersakiti, Manusia Menjadi Rapuh

5 Jun 2014

Pernah mendengar membunuh orang dengan perlahan. Kedengaran memang sangat ekstrim. Tapi itu mungkin benar bisa terjadi. Manusia adalah makhluk yang lemah sebenarnya. Hati adalah inti dari manusia. Hati bisa membuat manusia menjadi sangat kuat dan bisa sebaliknya. Jika hati manusia dikuasai oleh hal-hal negative misalnya iri dengki cemburu dan sebagainya maka dapat dipastikan bahwa apapun yang terlihat di depan hanya akan menyakiti diri.

Apapun yang dipandang orang baik, jika hati sudah dikuasai oleh sifat yang bisa dibilang negative kalau tidak dikendalikan maka semua dimata yang Nampak hanya semakin melukai hatinya. jika hati inti dari manusia bisa dipastikan bahwa akan sangat berdampak besar bagi kehidupan manusia itu sendiri. Membunuh orang dengan perlahan mungkin bisa dilakukan dengan cara ini.

Aku tak bermaksud menganjurkan untuk membunuh orang atau apapun. Aku Cuma ingin mengingatkan untuk kamu yang membaca tulisanku ini dan untuk aku sendiri agar tidak terlalu sering melukai hati seseorang karna itu bisa berarti kamu telah membunuhnya secara perlahan. Jika melukai hati orang sekitar kamu setiap hari, jangan berharap orang itu panjang umur. Besok atau lusa orang itupun bisa mati karna sakit hati.

Aku teringat cerita tentang seorang suami yang ditinggal istrinya kabur dengan pria lain. dikisahkah seorang suami itu adalah seorang petani yang kehidupan sehari-harinya pas-pasan. Memiliki dua orang anak, anak tertuanya sudah berumah tangga sendiri dan anak keduanya bekerja tak jauh dari sector pertanian. Istrinya juga setiap hari biasanya juga membatu suaminya disawah. Walaupun hidup serba pas-pasan tapi kehidupan mereka bahagia sampai suatu saat sang istri tertarik dengan tetangganya yang juga sudah berkeluarga. Bak gayung bersambut, perasaan sang istri petani tadi dibalas oleh tetangganya. Singkat cerita sang istri memutuskan untuk pergi dari rumah berasama tetangganya dengan meinggalkan suaminya dan kedua anaknya. Tentu tindakan sang istri tersebut membuat biduk rumah tangga yang semula harmonis menjadi berantakan. Sang suami yang ditinggalkan istrinya tersebut setiap hari merasakan sakit hati yang teramat luar biasa. Ibu dari anak-anaknya telah memilih pria lain secara terang-terangan. Betapa sakit hatinya sang suami tersebut, walaupun sang istri tidak berada disampingnya tapi rasa sakit yang ditimbulkan oleh sang istri setiap hari selalu menggelayut di hati sang suami. Selang beberapa minggu setelah ditinggal istrinya, sang suami ditemukan sudah tidak bernyawa di tengah sawah.

Sungguh Begitu dahsyatnya efek yang ditimbulkan oleh rasa sakit hati itu hingga ajal menjemput. Memang umur seseorang sudah ditentukan sejak ditiupkannya roh kedalam rahim namun aku yakin bahwa kematian sang petani itu tak jauh dari sakit hati yang ia terima.


TAGS


-

Author

Follow Me