TDL Naik, UKM Meradang

4 Jan 2013

Tanggal 1 januari selalu ditunggu-tunggu oleh semua orang. Tanggal 1 Januari dianggap sebagai sebuah awal baru dalam sebuah era dan semuanya selalu menyabut dengan suka cita. Diseluruh belahan dunia merayakan tahun baru dengan cara dan bentuk yang unuk-unik tergantung pada Negara masing-masing. Namun satu hal yang tidak pernah dilewatkan pada tahun baru adalh kembang api dan terompet. Tanpa kembang api dan terompet tahun baru serasa sepi dan ada yang janggal, ibarat kata bagai sayur tanpa garam.
6d60cf2477bde95c948c6946ef7438ea_listik
Jika semua merayakan dengan terompet dan kembang api, berbeda dengan pemerintah di Indonesia. Pemerintah memeringati tahun baru dengan mulai menerapkan Tarif Dasar Listrik (TDL). Sebenarnya kenaikan TDL ini telah direncanakan jauh-jauh hari namun baru bias terlaksana tepat pada tahun baru 2013. Kenaikan TDL ini mengundang banyak respon dari masyarakat, kebanyakan dari mereka merasa tidak setuju. Pihak yang sangat merasakan kenaikan TDL ini adalah para pengusaha terutama UKM-UKM kecil. Kenaikan TDL berarti akan semakin menambah biaya produksi, akibatnya adalah kenaikan harga dari output. Namun di dalam UKM harga output cenderung sulit untuk dinaikkan karena hasil darei produksi UKM biasanya adalah barang-barang yang tidak menyangkut hajt hidup orang banyak, hanya sebagai pelengkap saja, misalnya adalah barang kerajinan. Jika harga produk UKM dinaikkan maka masyarakat cenderung mengurangi konsumsinya terhadap produk UKM. UKM akan sedikit banyak akan kehilangan pembeli. Dengan kenaikan TDL tersebut, UKM cenderung tidak bisa menutup biaya produksi dengan menaikkan harga. UKM akan lebih memilih untuk melakukan pengurangan pegawainya. Dapat disimpulkan bahwa secara tidak langsung kenaikan TDL bias berimbas dengan bertambahnya jumlah penggangguran.

Pemerintah sebagai penentu kebijakan pastinya dan semestinya sudah memikirkan dengan masak-masak benar tentang akibat yang mungkin bisa ditimbulkan akibat suatu kebijakan yang diterapkan, termasuk kebijakan untuk menaikan TDL ini. Pemerintah pastinya sudah mempunyai rencana kedepan. Pemerintah berani mengambil resiko mengurangi pengeluaran Negara di sector subsidi dengan menambah jumlah pengangguran. Rakyat akan selalu menunggu tindakan dan tanggung jawab pemerintah menyikapi kenaikaan TDL. Diharapakan bahwa nantinya alokasi dana pandapatan pemerintah yang sebelumnya diperuntukan bagi subsidi listrik dapat digunakan dengan semestinya dan di alokasikan untuk semakin mendukung pembangunan Negara, tidak malah semakin membuat kesengsaraan rakyat. Kita hanya mampu menunggu apa tindakan nyata pemerintah selanjutnya.


TAGS


-

Author

Follow Me